Hari ini adalah hari kedua melakukan aktivitas evaluasi internal untuk program kantor kami. pelaksanaanya menggunakan teknik FGD di Desa Klari, kecamatan Karang gede, Kabupaten Boyolali. acaranya menarik.. orang-orang mau diajak berdiskusi..

tapi.. kenapa ya.. kok perempuan yang diundang tidak mau bersuara? padahal 5 dari 13 peserta yang hadir adalah perempuan. sayang banget ya.. karena meskipun mereka sudah diajak berperdapat, ternyata tidak ada juga yang mau berpendapat. malu, atau tidak tahu, atau takut…

mungkin stereotipe bahwa perempuan adalah mahluk kelas dua ada benarnya juga.. karena waktu itu ada bapak-bapak yang nyeletuk sambil menyindir ” ayo kalian perempuan pada ngomong..”.. eh, setelah itu pada mengkeret. takut ngomong karena disindir…

Tapi kok setelah dipaksa-paksa, para perempuan masih emoh berkomentar? aku pikir-pikir, kadang perempuan justru nyaman dengan situasi ‘dikelas dua-kan’. ndak perlu repot-repot mikir… mungkin mereka pikir ya.. perempuan ya enaknya pasif aja… nyaman….

kalau sudah begitu, buat apa kita koar-koar tentang gender equity.. kalau yang kita perjuangkan justru tidak menganggap penting hal itu?

perlu direnungkan…..

Advertisements
Published in: on August 27, 2008 at 2:32 pm  Leave a Comment  

ada waktu untuk intropeksi [lagi]

hai..

sudah lama tidak mengunjungi blog ini..

tanggal 4 Juli 2008 yang lalu, aku mendapat kecelakaan di sumber lawang. waktu itu aku dan teman-teman Trukajaya dan teman Fisipol dari UKSW dalam perjalanan ke Kedung Ombo. kebetulan waktu itu aku pengennn banget ngendarai motor mboncengin Ambar.

Liat jalan ke Kedung Ombo yang halus mulus -karena habis di hot mix- jadi tertarik untuk ngebut. pas jalan turun, ndak nyadar kalau ada tikungan.. nah lho jatuh deh ke selokan.

Karena tulang retak… operasi harus dilakukan. untung deh waktu itu ad Mas Tatok -adik Mbak Kristin-, yang saat itu mbantu nyadi Dr. Tundjung untuk mengoperasi kakiku. setelah sore hari dioperasi, ada waktu 4 hari untuk nginep di RS. . Yang menyakitkan, tanggal 5 Juli 2008 adalah ulang tahun perkawinanku dan mas eli yang ke lima. jadilah saat-saat itu menjadi retreat yang paling romantis buat kami berdua.

Banyak waktu buat intropeksi, ndak boleh ngebut, ndak boleh terlalu ambisius… dan yang pasti, aku jadi tahu bahwa banyak teman yang sayang dengan aku. Thank’s a lot, friends….

Published in: on August 12, 2008 at 8:04 am  Leave a Comment