kebiasaan 3 – Prinsip Manajemen Pribadi

Hai,

buat yang mengikuti cerita dari buku the 7 habits of highly effective people di blogku, ini ada kelanjutannya. Kita sampai di kebiasaan ke 3 yaitu mempraktekkan manajemen pribadi yang efektif. Dijelaskan bahwa manajemen itu  berbeda dengan kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan aktifitas otak kanan yang tinggi. Kepemimpinan lebih merupakan seni yang didasari filosofi tertentu. Sedangkan manajemen merupakan aktifitas otak kiri yang terikat waktu dari pengaturan diri yang efektif. Istilah dibuku ini: Manajemenkan dari kiri; pimpinlah dari kanan.

Intisari dari bab ini adalah manajemen waktu:  organisir dan laksanakan menurut prioritas. Tetapi dalam perkembangannya, “manajemen waktu” sesungguhnya merupakan istilah yang tidak cocok-tantangannya bukanlah untuk mengatur waktu, melainkan mengatur diri sendiri [baca halaman 142]. Covey membagi masalah ini dalam matriks manajemen waktu melalui 4 kuadran. Kuadran 1: melaksanakan hal penting sekaligus genting; kuadran 2: melaksanakan hal penting tetapi tidak genting; kuadran 3: melaksanakan hal tidak penting tapi genting, dan kuadaran 4: melakukan hal tidak penting dan tidak genting. Jelas di kuadran 4 ini menunjukkan kinerja orang yang paling tidak efektif. Kuadran 1 berarti kita hanya melakukan hal yang berkaitan krisis atau masalah, orang yang digerakkan dengan batas waktu. Masalahnya jika ada masalah besar dan memukul kita, kita dapat terseret. Energi habis hanya untuk mengatasi masalah tanpa bisa berfikir kedepan. Kuadran 3 sebenarnya tidak jauh beda dengan kuadran 4. Kudran 2 merupakan inti dari manajemen pribadi yang efektif. Ia berhubungan dengan hal-hal seperti membina hubungan, menulis pernyataan misi, perencanaan jangka panjang, latihan, pemeliharaan pencegahan, dll. Peter Drucker mengemukakan bahwa orang yang efektif bukanlah orang yang pikirannya tertuju pada masalah; mereka adalah orang yang pikirannya tertuju pada peluang [halaman 145]. Mereka mempunyai krisis dan keadaan darurat kuadran 1 yang memerlukan perhatian, tetapi jumlahnya kecil. Hehe.. usahakan yok.. kerja di kuadran 2..

Gimana caranya untuk bisa pindah ke kuadran 2?.. Buat skala prioritas, mana yang harus dikerjakan dahulu. Menurut buku ini, cara yang baik untuk mengerjakan hal ini adalah dengan mengorganisir hidup secara MINGGUAN. Kita masih bisa beradaptasi dan menetapkan prioritas secara harian, tetapi dorongan dasarnya adalah mengorganisir mingguan karena dapat memberikan keseimbangan dan konteks yang jauh lebih besar daripada perencanaan harian. Buat tabel/jadwal kegiatan dalam mingguan sesuai dengan kondisi kita [misal sebagai istri, sebagai ibu, sebagai pegawai kantor, sebagai ibu RT, dll]. Dan setelah buat tabel, kerjakan…

Dibab ini diceritakan juga tentang pendelegasian kerja. Karena hal ini juga dapat membuat kita menjadi pribadi yang efektif. Pemindahan tanggung jawab kepada orang lain yang ahli dan terlatih memungkinkan kita memberi energi kepada aktivitas-aktivitas yang lain lho… Seorang produsen mengerjakan apa saja yang perlu untuk mencapai hasil yang diinginkan, misal sekretaris yang mengetik surat. Tapi jika seseorang mengatur dan bekerja bersama melalui orang dan sistem untuk mendapatkan hasil, maka orang itu menjadi manajer dalam pengertian salingtergantung. Ada dua jenis pendelegasian. [1] pendelegasian suruhan (Gofer Delegation); sebagai manajer, kita tinggal suruh orang lain melakukan tugas dengan cara mendikte mereka, metode kita yang atur. Menurut buku ini, jenis pendelegasian ini tidak baik. Jenis [2] Pendelegasian Pengurusan (Stewardship Delegation), Kita memberikan pilihan metode kepada orang lain dan membuat mereka bertanggung jawab atas hasil. Beri kebebasan mereka untuk menemukan cara yang tepat untuk menghasilkan sesuatu yang kita inginkan. Nah.. ini cara mendelegasikan yang baik…

Oke, bab ini menambah pengetahuan kita, dalam usaha kita menjadi manusia yang efektif.. Aku juga mau coba… Mau ikut coba…?

Sambil aku terusin baca ya, kita lihat kebiasaan 4 setelah aku selesai baca hehe 🙂

Advertisements
Published in: on September 18, 2008 at 3:20 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://nanapuspit.wordpress.com/2008/09/18/kebiasaan-3-prinsip-manajemen-pribadi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: