kebiasaan 5 – berusaha mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti

Hai,

Saat ini kita sudah masuk ke kebiasaan 5, tentu saja masih dari buku the 7 habits of highly effective people. Di kebiasaan 4, kita sudah mulai masuk pada kebiasaan dalam hubungan kita dengan orang lain yaitu berfikir menang/menang. Saat ini kita juga belajar pola interaksi kita dengan orang lain. Diawal bab ini, ada cerita menarik. Ada orang yang bermasalah dengan penglihatannya alias susah melihat. Kemudian dia pergi ke ahli kecamata untuk mencari solusi. Sesudah mendengar keluhan secara singkat, si ahli kacamata melepaskan kacamatanya dan memberikan ke orang yang sakit mata. Dia bilang, “kenakan kacamata ini, aku sudah pakai kacamata ini sepuluh tahun, dan kacamata ini benar-benar membantu aku. aku masih punya satu lagi di rumah, yang ini untuk kamu”. Tetapi setelah memakai kacamata itu, orang yang sakit tidak tambah jelas penglihatannya tetapi malah tambah kabur. Ketika si sakit komplain, tukang kacamata marah.. “kamu gimana sih…. maksudku baik, memberi kamu kacamata.. tapi kamu bilang tidak cocok.. kamu benar-benar tidak tahu berterima kasih!”

Cerita itu sebagai contoh, kadang kita langsung memberi solusi pada orang yang minta pertolongan tanpa mau mengerti dahulu apa yang terjadi. Memang benar ya.. mendengar itu susah banget dilakukan. Kita cenderung menyerbu masuk, untuk memperbaiki segala sesuatunya dengan nasihat yang baik. Tetapi, kita acap kali gagal meluangkan waktu untuk mendiagnosa, untuk benar-benar mengerti secara mendalam masalahnya terlebih dahulu. Prinsip berusaha mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti, adalah kunci untuk komunikasi antar pribadi yang efektif. Intinya mendengarkan dengan empati, tidak segala sesuatu diterapkan sesuai keadaan diri kita.

Setelah itu, baru berusaha untuk dimengerti. Berusaha mengerti, membutuhkan tenggang rasa; berusaha untuk dimengerti membutuhkan keberanian. Menang/menang membutuhkan kadar yang tinggi dari keduanya. Jadi, di dalam situasi kesalingtergantungan, penting sekali bagi kita untuk juga dimengerti. Bukan sekedar mengerti, tetapi setelah itu tercapai… keberanian harus muncul juga untuk berusaha dimengerti..:)

Advertisements
Published in: on September 28, 2008 at 9:04 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://nanapuspit.wordpress.com/2008/09/28/kebiasaan-5-berusaha-mengerti-terlebih-dahulu-baru-dimengerti/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: