kebiasaan 7 -asahlah gergaji

Prinsip Pembaruan Diri yang Seimbang

Hai, sampai juga kita ke kebiasaan 7 -kebiasaan terakhir- termasuk posting terakhirku untuk buku the 7 habits of highly effective people.
Seperti bab sebelumnya, bab ini dimulai dengan cerita tentang seseorang yang sedang menebang sebuah pohon di hutan. Dia kelihatan letih sekali “berapa lama anda sudah mengerjakannya?” kita bertanya padanya. “lebih dari lima jam” jawabnya “dan saya lelah!, ini benar-benar kerja keras”. Kemudian kita bertanya “mengapa anda tidak beristirahat saja beberapa menit dan mengasah gergaji itu, setelah itu anda akan dapat bekerja jauh lebih cepat”. Orang itu menjawab “saya tidak punya waktu untuk mengasah gergaji, saya terlalu sibuk menggergaji”
Kebiasaan 7 adalah meluangkan waktu untuk mengasah gergaji. Kebiasaan ini memelihara dan meningkatkan aset terbesar yang kita miliki, yaitu diri kita. Kebisaan ini memperbarui empat dimensi alamiah kita yaitu: [1] Fisik; olah raga taratur [meskipun cuaca tidak baik, tak perlu waktu yang lama. Menjaga kesehatan berarti kita juga bekerja di kuadaran II lho], nutrisi yang tepat, dan manajemen stress, [2] spiritual; penjelasan nilai dan komitmen, studi dan meditasi, [3] mental; membaca, visualisasi, perencanaan, menulis-itu dapat meningkatkan kapasitas diri kita [jangan keseringan nonton TV, pikirkan pengembangan diri juga…],[4] sosial/emosional, pelayanan, empati, sinergi, rasa aman intrisik. “Asahlah gergaji” pada dasarnya berarti mengekspresikan keempat motivasi tersebut. Hal ini berarti menjalankan keempat dimensi sifat kita, secara teratur dan konsisten dengan cara-cara yang bijaksana dan seimbang. Kita perlu mengenali pentingnya meluangkan waktu untuk secara teratur mengasah gergaji pada keempat cara tersebut.
Buat kita yang terlalu sibuke kerja dan kerja.. ingat, luangkan waktu sejenak, untuk mengasah gergaji kita..

Ternyata, kita juga bisa mengubah keadaan dengan mengubah paradigma pikir kita terhadap orang lain. Ketika kita melihat orang yang tidak cerdas, tetapi dalam pikiran kita, kita berpikir dia cerdas, dan kita memperlakukan dia dengan cerdas, menurut penelitian Dr. Covey, orang tersebut bisa menjadi cerdas lho… Wah, aku jadi merasa, tidak baik kita menghakimi seseorang dengan anggapan orang tersebut punya kualitas yang tidak baik. Dalam otak kita sebaiknya ada pikiran yang baik tentang orang lain…

Oke teman, kita sudah belajar dari Dr. Covey tentang bagaimana menjadi orang yang sangat efektif. Gampang-gampang susah.. Tapi sangat baik jika kita berusaha mewujudkannya. Yang penting, “mulai dari dalam, baru keluar…”
Baiklah, sampai ketemu dibuku yang lain.. selamat berkarya 🙂

Advertisements
Published in: on October 3, 2008 at 12:02 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://nanapuspit.wordpress.com/2008/10/03/kebiasaan-7-asahlah-gergaji/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: