bersyukur…

apa lagi yang masih kurang buat aku..

i’m a blessed woman, punya suami yang baik, anak perempuan yang pinter, pekerjaan yang baik… trus apa lagi…?

kadang aku penuhi hari-hariku dengan keluhan. capek bacain danĀ  nyuapin Alethea, sebel ditinggal Mas Eli dengan hobi fotografi dan kerjaannya yang menumpuk… Hari-hariku cuma dipenuhi dengan kekesalan…!!!

hari ini aku belajar, bahwa seharusnya ndak harus selalu mencari keburukkan dalam hidup.. knapa capek bacain buku dan nyuapin Alethea? Toh dia anak yang selama ini kami harapkan? anak yang pinter nyanyi, pinter menari dan pandai menirukan gaya orang bermusik.

kenapa harus sebel dengan kesepian karena ditinggal Mas Eli dengan hobi dan kerjaannya? Toh, hobinya itu yang membuat aku dulu memilih dia. dan kerjaan menumpuknya yang membuat kami bisa hidup lebih baik..

Tidak selamanya perasaan sedih diwujudkan dengan umpatan kekesalan. perasaan syukur atas segala yang terjadi -suka atau duka- akan membuat hidup ini menjadi lebih baik..

Minta maaf buat Alethea dan Mas Eli kalau aku masih sering mengumpat…

Terima kasih buat Ninik, Natung, dan Hetty, atas inspirasinya..

Published in: on January 18, 2009 at 2:57 pm  Leave a Comment  

ada waktu untuk intropeksi [lagi]

hai..

sudah lama tidak mengunjungi blog ini..

tanggal 4 Juli 2008 yang lalu, aku mendapat kecelakaan di sumber lawang. waktu itu aku dan teman-teman Trukajaya dan teman Fisipol dari UKSW dalam perjalanan ke Kedung Ombo. kebetulan waktu itu aku pengennn banget ngendarai motor mboncengin Ambar.

Liat jalan ke Kedung Ombo yang halus mulus -karena habis di hot mix- jadi tertarik untuk ngebut. pas jalan turun, ndak nyadar kalau ada tikungan.. nah lho jatuh deh ke selokan.

Karena tulang retak… operasi harus dilakukan. untung deh waktu itu ad Mas Tatok -adik Mbak Kristin-, yang saat itu mbantu nyadi Dr. Tundjung untuk mengoperasi kakiku. setelah sore hari dioperasi, ada waktu 4 hari untuk nginep di RS. . Yang menyakitkan, tanggal 5 Juli 2008 adalah ulang tahun perkawinanku dan mas eli yang ke lima. jadilah saat-saat itu menjadi retreat yang paling romantis buat kami berdua.

Banyak waktu buat intropeksi, ndak boleh ngebut, ndak boleh terlalu ambisius… dan yang pasti, aku jadi tahu bahwa banyak teman yang sayang dengan aku. Thank’s a lot, friends….

Published in: on August 12, 2008 at 8:04 am  Leave a Comment  

waktunya berkebun…..

Kemarin, hari Rabu… saya dan teman-teman panen sayur di net house kantor kami…

Saya bekerja di Yayasan Trukajaya yang punya concern juga di pertanian bebas pestisida. beberapa waktu yang lalu, kami tanam sayur bayam, bayam merah, sawi, sawi sendok, tomat, kacang panjang, dan cabe..

saatnya panen…..

Kami berbagi tugas lho… Temanku shanty petik sayur bayam merah, Mbak Widhi petik bayam hijau… dan aku… e…e kebagian panen gulma haha..

dan akhirnya, panenku lah yang terbanyak…

memang kalau bertani hanya dengan pupuk kandang, harus rajin-rajin mencabuti tanaman pengganggu, karena kadang mereka tumbuh lebih subur dari tanaman yang kita tanam…

Tahu ndak… temanku Sony mencoba langsung memakan sawi dari lahan kami. katanya.. rasanya seperti makan jambu biji merah…? karena penasaran, kami coba juga sawi yang dipetik sony..

Eh… bener lho.. rasanya manis banget seperti jambu biji..

Temen-teman, coba dong tanam sayur di pekarangan rumah.. meskipun hasilnya tidak banyak dan butuh tenaga lebih untuk merawatnya, tapi hasilnya.. oke banget… sehat…

kalau teman-teman sudah coba dan ada hasilnya.. kabari ke blog ini ya…

oke… selamat berkebun!farmers...

Published in: on July 3, 2008 at 4:59 am  Leave a Comment  

waktu untuk intropeksi

teman,

sedih banget karena hari ini aku kehilangan dompet. jatuh di jalan…

salahku juga sih… semalam banyak kerjaan yang harus dikerjakan. pulang kerja dari Juworo dan Klari harus kerjakan banyak hal.. alhasil, data yang harusnya dicopy ke flashdisk tidak tercopy.

pagi ini sampai kantor… ya ampun… bingung karena yang harus dikerjakan tidak ada diflashdisk. pulang cepet-cepat untuk copy data.. dompet disaku jatuh dijalan. sadar dompet hilang baru tiga jam kemudian.

setelah susah mencari-cari… akhirnya … ini waktu untuk intropeksi.

kenapa harus cemberut ketika banyak kerjaan menunggu? kenapa tidak bisa santai menghadapi tugas yang seabreg… kenapa tidak melakukan segala sesuatu dengan teliti..

teman,

hari ini aku sudah berbuat banyak kesalahan. bagi diriku sendiri.. bagi keluarga [karena tentu saja mereka ikut kebingungan atas hilangnya dompetku, dan uang yang seharusnya untuk kebutuhan keluarga raib begitu saja].. bagi kantor [karena aku pakai banyak waktu untuk melacak keberadaan dompet], dan juga buat kelestarian lingkungan [karena aku habiskan banyak bensin untuk keliling mencari dompet… polusi asap kendaraanku] wah… sedih banget…

teman, sekarang waktuku untuk kembali bekerja dengan hati-hati, senyum, pasrah dan juga semangat.. meski dompet ndak tahu dimana…

Published in: on June 27, 2008 at 7:17 am  Leave a Comment