Kebiasaan 1 – Jadilah proaktif

Melanjutkan resume the 7 habits, saat ini bacaanku sudah sampai pada habit yang pertama, yaitu jadilah proaktif.Ā  Apa yang bisa aku pelajari dari bagian ini?

Proaktif disini diartikan, bahwa sebagai manusia, kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri. Perilaku kita adalah fungsi dari keputusan kita, bukan kondisi kita. Kita mempunyai inisiatif dan tanggung jawab untuk membuat segala sesuatunya terjadi. Orang yang sangat proaktif mengenali tanggung jawab itu. Mereka tidak menyalahkan keadaan, kondisi, atau pengkondisian untuk perilaku mereka. Jika menyalahkan keadaan, kita menjadi orang yang reaktif. Orang yang reaktif seringkali dipengaruhi oleh lingkungan fisik mereka. Jika “cuaca” bagus, mereka merasa senang. Jika tidak, “cuaca” itu mempengaruhi sikap dan prestasi kerja mereka. Orang yang proaktif dapat mengatur “cuaca” mereka sendiri. Entah hujan atau cerah, tidak ada bedanya bagi mereka. Mereka digerakkan oleh nilai, dan nilai mereka adalah untuk menghasilkan kerja yang berkualitas. Orang reaktif juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial mereka. Jika orang memperlakukan mereka baik, mereka akan senang. Saat orang berlaku tidak baik kepadanya, mereka menjadi defensif atau protektif. Orang reaktif memberikan kekuatan pada kelemahan orang lain untuk bisa mengendalikan mereka. Wah… jadi sering melemparkan kesalahan pada orang lain juga dong…

Orang proaktif akan menggerakkan pengaruh dari dalam dirinya untuk memberikan energi positif kepada lingkungannya. Bahkan bahasa yang diucapkan akan membawa pengaruh positif bagi lingkungannya. dia tidak akan mengatakan “saya ingin mempunyai bos atau pimpinan yang tidak pernah mengatur karyawan”, tetapi orang proaktif akan mengatakan “saya ingin menjadi karyawan yang bekerja dengan baik, sehingga apa yang saya lakukan dapat mengembangkan perusahaan dan memberikan inspirasi dan rekomendasi bagi pimpinan saya”. Menyenangkan bukan, ternyata bahasa dapat menentukan proaktif atau reaktifkah kita.

Pendekatan proaktif terhadap suatu kesalahan adalah dengan langsung mengakuinya, memperbaikinya, dan belajar darinya. Hal ini benar-benar mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Tetapi jika tidak mau mengakui kesalahan, tidak memperbaiki dan belajar darinya, maka itu merupakan kesalahan dari urutan yang berbeda. Biasanya hal ini membuat orang menipu diri dan membenarkan diri dan sering melibatkan rasionalisasi (kebohongan yang rasional). Respons kita pada setiap kesalahan mempengaruhi kualitas momen berikutnya. Adalah penting untuk segera mengakui dan memperbaiki kesalahan kita sehingga kita mempunyai kekuatan lagi [baca halaman 81 dan 82].

Setelah baca bagian ini, ingin rasanya segera mempraktekkan untuk menjadi manusia proaktif…ceile….. Dimulai dengan berusaha untuk menjadi, bukan sekedar ingin mempunyai. Karena ini adalah tahap pertama untuk menjadi effective people… šŸ™‚

Published in: on September 12, 2008 at 3:47 pm  Leave a Comment  

efektivitas

hai,

mau melanjutkan hasil baca buku the 7 habits neh…

hari ini aku belajar tentang efektivitas ala covey. menurut buku ini, efektivitas terletak pada keseimbangan-apa yang disebut P/KP. P singkatan dari produksi hasil yang diinginkan dan KP singkatan dari kemampuan produksi, kemampuan atau aset untuk menghasilkan. prinsip ini dapat dimengerti dengan mudah kalau mengingat fabel aesop tentang angsa dan telur emas [baca halaman 43].

diceritakan seorang petani yang mempunyai angsa yang bertelur emas. petani sangat senang karena setiap hari angsanya bertelur emas.. namun sewaktu dia bertambah kaya, sifat tamaknya muncul. dia tidak sabar untuk menunggu setiap hari sang angsa bertelur. dia memutuskan untuk membunuh sang angsa karena berfikir didalam perut angsa, banyak sekali telur emasnya. sayang, sanga angsa akhirnya mati dan petani tidak lagi mendapat telur emas.

kebanyakan orang melihat efektivitas pada paradigma telur emas: semakin banyak anda menghasilkan, semakin banyak anda bekerja, semakin efektif anda jadinya. tetapi yang penting bukan sekedar berfokus pada telur emas atau angsa saja. tetapi keseimbangan antara keduanya antara P dan KP.

Pada dasarnya ada tiga jebis aset: fisik, keuangan dan manusia. aset fisik misalnya kita punya mesin fotocopy. jika melakukan investasi pada aset, maka ada perawatan untuk mesin. tidak sekedar memikirkan berapa banyak hasil yang diperoleh dari mesin fotocopy. aset keuangan misalnya dengan tidak menggunakan uang pokok untuk peningkatan standar hidup. aset manusia misalnya kita berharap agar kamar anak kita selalu bersih. fokuskan pada pemberdayaan sang anak agar rela hati-tanpa paksaan- merawat kamarnya. sehingga fokus tidak sekedar kamar bersih…

inti yang bisa aku ambil adalah jika mau jadi orang yang efektif, seimbangkan P dan KP. karena keseimbangan P dan KP adalah inti dari efektivitas itu sendiri…

Published in: on September 10, 2008 at 9:34 am  Leave a Comment  

dari dalam keluar – belajar dari covey

hari ini aku baca buku ‘the 7 habits of highly effective people’ karya Stephen R. Covey. sebenarnya ini buku lama dan sudah lama jga aku pengen baca. tapi sejak dulu cuma bisa buka-buka tanpa dibaca. bab pertama buku ini sudah memberikan pencerahan ke diriku untuk dalam usaha menjadi effective people hehe…

ada ajaran tantang etika karakter dan etika kepribadian. dalam etika karakter, hal-hal seperti integritas, kerendahan hati, kesetiaan, pembatasan diri, keberanian, keadilan, kesabaran, kerajinan, kesederhanaan, kesopanan menjadi dasar dari keberhasilan. etika karakter mengajarkan bahwa terdapat prinsip-prinsip dasar kehidupan yang efektif, bahwa orang hanya dapat mengalami keberhasilan yang sejati dan kebahagiaan yang abadi jika mereka belajar dan menngintegrasikan prinsip-prinsip tersebut ke dalam karakter dasar mereka. sedangkan etika kepribadian -yang menurutku lebih sering tampak dalam kehidupan setiap manusia, termasuk aku- menjelaskan bahwa keberhasilan lebih merupakan ‘suatu fungsi kepribadian, citra masyarakat, sikap dan perilaku, ketrampilan dan teknik, yang melicinkan proses interaksi manusia. pendekatan ini manipulatif, seringkali menipu, mendorong orang melakukan teknik-teknik tertentu untuk membuat orang lain menyukai mereka [baca di halaman 7]

yang menarik lagi, ternyata apa yang dipikirkan atau dilakukanĀ seseorang yang dia anggap baik atau obyektif, ternyata bisa jadi tidak menjadi obyektif bagi orang lain. karena penafsiran masing-masing orang tentang fakta, ternyata menggambarkan pengalaman sebelumnya. kita masing-masing cenderungĀ berpikir bahwa kita sudah obyektif. namun kenyataannya tidakĀ demikian.Ā jadi ternyata salah banget kalau kita berpikir selalu benar atas sebuah keadaan. orang lain yang melihat hal yang sama dengan kita.. bisa jadi berkata lain… dari sini aku disadarkan bahwa benar untukku belum tentu benar untuk yang lain.

diakhir bab ini dijelaskan bahwa baik jika kita berpikir setiap apa yang kita lakukan berpusat pada prinsip DARI DALAM KE LUAR. yang berarti kita memulai dengan bagian paling dalam dari diri sendiri-dengan paradigma, karakter dan motif kita. setelah itu baru bergerak keluar.

dari bab awal buku ini aku belajar, untuk mengubah paradigma pikir dan juga perilaku serta pikiran dengan menggunakan prinsip dari dalam keluar.ubah diri aku sendiri dahulu baru pikirkan orang lain. šŸ™‚

Published in: on September 7, 2008 at 4:26 pm  Leave a Comment  

Hari ini adalah hari kedua melakukan aktivitas evaluasi internal untuk program kantor kami. pelaksanaanya menggunakan teknik FGD di Desa Klari, kecamatan Karang gede, Kabupaten Boyolali. acaranya menarik.. orang-orang mau diajak berdiskusi..

tapi.. kenapa ya.. kok perempuan yang diundang tidak mau bersuara? padahal 5 dari 13 peserta yang hadir adalah perempuan. sayang banget ya.. karena meskipun mereka sudah diajak berperdapat, ternyata tidak ada juga yang mau berpendapat. malu, atau tidak tahu, atau takut…

mungkin stereotipe bahwa perempuan adalah mahluk kelas dua ada benarnya juga.. karena waktu itu ada bapak-bapak yang nyeletuk sambil menyindir ” ayo kalian perempuan pada ngomong..”.. eh, setelah itu pada mengkeret. takut ngomong karena disindir…

Tapi kok setelah dipaksa-paksa, para perempuan masih emoh berkomentar? aku pikir-pikir, kadang perempuan justru nyaman dengan situasi ‘dikelas dua-kan’. ndak perlu repot-repot mikir… mungkin mereka pikir ya.. perempuan ya enaknya pasif aja… nyaman….

kalau sudah begitu, buat apa kita koar-koar tentang gender equity.. kalau yang kita perjuangkan justru tidak menganggap penting hal itu?

perlu direnungkan…..

Published in: on August 27, 2008 at 2:32 pm  Leave a Comment  

ada waktu untuk intropeksi [lagi]

hai..

sudah lama tidak mengunjungi blog ini..

tanggal 4 Juli 2008 yang lalu, aku mendapat kecelakaan di sumber lawang. waktu itu aku dan teman-teman Trukajaya dan teman Fisipol dari UKSW dalam perjalanan ke Kedung Ombo. kebetulan waktu itu aku pengennn banget ngendarai motor mboncengin Ambar.

Liat jalan ke Kedung Ombo yang halus mulus -karena habis di hot mix- jadi tertarik untuk ngebut. pas jalan turun, ndak nyadar kalau ada tikungan.. nah lho jatuh deh ke selokan.

Karena tulang retak… operasi harus dilakukan. untung deh waktu itu ad Mas Tatok -adik Mbak Kristin-, yang saat itu mbantu nyadi Dr. Tundjung untuk mengoperasi kakiku. setelah sore hari dioperasi, ada waktu 4 hari untuk nginep di RS. . Yang menyakitkan, tanggal 5 Juli 2008 adalah ulang tahun perkawinanku dan mas eli yang ke lima. jadilah saat-saat itu menjadi retreat yang paling romantis buat kami berdua.

Banyak waktu buat intropeksi, ndak boleh ngebut, ndak boleh terlalu ambisius… dan yang pasti, aku jadi tahu bahwa banyak teman yang sayang dengan aku. Thank’s a lot, friends….

Published in: on August 12, 2008 at 8:04 am  Leave a Comment  

waktunya berkebun…..

Kemarin, hari Rabu… saya dan teman-teman panen sayur di net house kantor kami…

Saya bekerja di Yayasan Trukajaya yang punya concern juga di pertanian bebas pestisida. beberapa waktu yang lalu, kami tanam sayur bayam, bayam merah, sawi, sawi sendok, tomat, kacang panjang, dan cabe..

saatnya panen…..

Kami berbagi tugas lho… Temanku shanty petik sayur bayam merah, Mbak Widhi petik bayam hijau… dan aku… e…e kebagian panen gulma haha..

dan akhirnya, panenku lah yang terbanyak…

memang kalau bertani hanya dengan pupuk kandang, harus rajin-rajin mencabuti tanaman pengganggu, karena kadang mereka tumbuh lebih subur dari tanaman yang kita tanam…

Tahu ndak… temanku Sony mencoba langsung memakan sawi dari lahan kami. katanya.. rasanya seperti makan jambu biji merah…? karena penasaran, kami coba juga sawi yang dipetik sony..

Eh… bener lho.. rasanya manis banget seperti jambu biji..

Temen-teman, coba dong tanam sayur di pekarangan rumah.. meskipun hasilnya tidak banyak dan butuh tenaga lebih untuk merawatnya, tapi hasilnya.. oke banget… sehat…

kalau teman-teman sudah coba dan ada hasilnya.. kabari ke blog ini ya…

oke… selamat berkebun!farmers...

Published in: on July 3, 2008 at 4:59 am  Leave a Comment  

waktu untuk intropeksi

teman,

sedih banget karena hari ini aku kehilangan dompet. jatuh di jalan…

salahku juga sih… semalam banyak kerjaan yang harus dikerjakan. pulang kerja dari Juworo dan Klari harus kerjakan banyak hal.. alhasil, data yang harusnya dicopy ke flashdisk tidak tercopy.

pagi ini sampai kantor… ya ampun… bingung karena yang harus dikerjakan tidak ada diflashdisk. pulang cepet-cepat untuk copy data.. dompet disaku jatuh dijalan. sadar dompet hilang baru tiga jam kemudian.

setelah susah mencari-cari… akhirnya … ini waktu untuk intropeksi.

kenapa harus cemberut ketika banyak kerjaan menunggu? kenapa tidak bisa santai menghadapi tugas yang seabreg… kenapa tidak melakukan segala sesuatu dengan teliti..

teman,

hari ini aku sudah berbuat banyak kesalahan. bagi diriku sendiri.. bagi keluarga [karena tentu saja mereka ikut kebingungan atas hilangnya dompetku, dan uang yang seharusnya untuk kebutuhan keluarga raib begitu saja].. bagi kantor [karena aku pakai banyak waktu untuk melacak keberadaan dompet], dan juga buat kelestarian lingkungan [karena aku habiskan banyak bensin untuk keliling mencari dompet… polusi asap kendaraanku] wah… sedih banget…

teman, sekarang waktuku untuk kembali bekerja dengan hati-hati, senyum, pasrah dan juga semangat.. meski dompet ndak tahu dimana…

Published in: on June 27, 2008 at 7:17 am  Leave a Comment  

Inspiratif

(more…)

Published in: on June 26, 2008 at 6:12 am  Leave a Comment  

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Published in: on June 26, 2008 at 4:41 am  Comments (1)